Sabtu, 30 November 2013

Tentang Hoo dan Hiatus-Season 2 Appa Eodiga

lama tidak menulis, kali ini saya akan mengupdate berita tentang appa eodiga atau dad where are we going
ada 2 berita yang akan saya bahas dari vs favorit saya ini. yang pertama terkait hoo dan yang kedua terkait season 2 dari acara ini. baiklah tanpa memperpanjang lagi mari kita bahas yang pertama.

1. Anti-Cafe Hoo is back!
cr: http://appaodiga.blogspot.com/2013/11/dwawg-will-take-hiatus.html



berdasarkan artikel yang diberikan dari sumber tersebut ternyata anti cafe hoo belum berakhir dan bahkan si admin yang membuat anti cafe ini mempos "The meaning of democracy is useless."
admin ini menyalahkan orang-orang yang memaksa anti cafe ini ditutup dengan alasan demokrasi, HAHA!
jadi kalau besok ini orang tua kita marah karena kita pulang pagi, marah balik aja, ini kan negara demokrasi. jadi kalau besok dirampok, salahin demokrasi, soalnya ini kan demokrasi bagi si perampok milih korbannya.
OK. GOT IT.

karena saya gak banyak tau soal demokrasi, saya gak bisa apa-apa berlindung di balik kata demokrasi sebelum saya lebih paham makna demokrasi ini. bagi saya, admin yang menggunakan kata demokrasi sebagai alasan dimana dia membuat anti cafe untuk hoo adalah orang yang juga sama tidak pahamnya dengan saya dengan arti kata demokrasi tetapi menggunakannya di segala kesempatan untuk membela dirinya. maka saya dengan seenak jidat saya menyatakan bahwa yang menjadi admin anti cafe hoo adalah remaja tanggung (kalaupun dia sudah tidak berusia remaja, dia masih hidup di fase tersebut) yang mungkin merupakan korban bully yang merasa dendam tetapi pengecut dalam bertindak sehingga hanya bisa melampiaskan melalui dunia maya. poor you!

oleh sebab itu pula, saya sependapat dengan pemikiran el, putra maia dan dhani bahwa kalau masih mau ngajak ribut sini face to face jangan berani lewat dunia maya aja. hehehe, tau dong ini gosip apa.

balik lagi ke anti-cafe, sebenarnya saya bingung dengan adanya anti-cafe yang bisa muncul dengan sebab dan alasan yang tidak ada untung-untungnya. kalau tidak suka sesuatu, tidak usah dilihat. kenapa dibuat susah. kalau kata Gus Dur, gitu aja repot. jika memang maksudnya untuk mengingatkan publik figurnya ya bisa dengan petisi yang menyatakan ketidaksukaan dengan tutur kata yang baik. gak usah juga sampai ekstrim kayak nyuruh si publik figur mati aja. aduh elo Tuhan apa?

nah itu kasusnya buat publik figur yang udah berusia dewasa dimana perkembangan otak, emosi, dan moralnya sudah sempurna. kalau publik figurnya masih anak-anak? ingetin orang-orang dewasa di sekitarnya dengan baik. saya percaya apa yang disampaikan secara baik akan didengarkan secara baik, gitu loh. lagian salah Hoo dimanaaaa?? yang ada, saya agak concern dengan hoo yang rendah diri dimana dia selalu menganggap dirinya tidak mampu :( ayo appa dan omma hoo, kita buat hoo semakin paham bahwa dia sudah baik dengan dia apa adanya, gak usah dibanding-bandingkan dengan anak lain, karena setiap anak itu istimewa.

lanjuut ke berita kedua:
2. Dad Where Are We Going will take hiatus and come back with new season?
cr: http://appaodiga.blogspot.com/2013/11/dwawg-will-take-hiatus.html



berdasarkan artikel ini, sumber ini diambil dari OSEN dan ketika saya mencarinya, silakan lihat DISINI untuk melihat artikel tersebut dalam bahasa korea. jadi menurut artikel tersebut, acara ini akan mengambil hiatus dulu dan kemudian akan kembali dengan season baru, mungkin refresh buat kru nya biar bisa dapat tema-tema dan tugas-tugas lain yang gak kalah menarik. sementara itu untuk para pemainnya, masih belum ditentukan apakah akan tetap dengan pemain lama atau akan berganti dengan pemain baru.

edit (2 febr 2014): silakan lihat DISINI untuk melihat profil lengkap appa eodiga season 2

nah kabar ini tentu saja memunculkan banyak respon mengingat penggemarnya sendiri juga banyak banget hehe. ada yang setuju dengan ganti pemain, ada yang mau gimanapun harus tetap dengan pemain lama.

nah kalau saya sendiri, cenderung lebih setuju dengan season baru diganti dengan semua pemain baru. alasan dan pembelaan saya:
- anak-anak pemain lama sudah cukup lama mendulang popularitas sebagai artis dan menarik banyak penggemar. tidak ada yang salah, namanya saja sudah muncul di tv dan menjadi pemain dalam acara dengan rating tertinggi di harinya. TAPI mereka ini masih anak-anak, mereka jadi gak bebas gitu. saya pernah baca di artikel mana (saya lupa, akan saya update kalau saya ketemu) bahwa ketika anak-anak ini muncul di tempat umum, mereka langsung dikerumuni oleh para penggemar dan mengambil foto mereka. bahkan ketika mereka menangis, kalau tidak salah minyool nangis, mungkin kaget dikerumuni banyak orang, bukannya bubar, para penggemar ini masih saja mengambil foto minyool yang sedang nangis. nah ini baru minyool yang cuma muncul beberapa kali, apa kabar dengan anak-anak yang menjadi pemain tetap. kehidupan mereka pasti terganggu, belum lagi dengan teman-temannya yang mungkin saja iri dengan kepopuleran mereka. kabarnya taksu udah gak pernah dibawa lagi karena ketika acara sibling special I ditayangkan, teman-teman taksu di sekolah ada yang iri dan nge-bully taksu dan kabarnya taksu menjadi lebih pendiam di rumah akibatnya. (btw soal taksu, taksu muncul lagi di eps 46 ketika para pemain diberitahu soal keberangkatan mereka ke new zealand, dan taksu udah makin gede dan makin GANTENG. aduh aduh, tante makin naksir nih slurp, BUAHAHA, *berasa tante girang yang lagi nyari korban --')

intinya adalah satu tahun sudah cukup panjang bagi mereka untuk menjadi dikenal sebagai artis. jangan sampai kehidupan mereka, sosial dan sekolah menjadi terganggu bukan karena mereka ikut acara ini tapi karena faktor penggemar yang kepo dan teman yang iri menjadi penghalang bagi perkembangan bagi anak-anak ini. nanti, kalau mereka emang pengen jadi artis ya silakan, tapi kalau sekarang, biarkan mereka menikmati masa anak-anaknya dulu aja. saya jujur agak concern dengan masalah ini karena saya merasa saya kenal dengan anak-anak ini sehingga saya gak ingin mereka merasa kehidupan mereka terganggu. seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. karena merasa sudah kenal mereka (uh ketemu aja belum, suatu saat, amin) maka saya peduli dan sayang dengan mereka. jadi saya menahan ego saya untuk biarlah saya tidak lagi menonton mereka setiap minggu asal merekanya senang dan menjalani sekolahnya dengan riang dan gembira tanpa ada iri-irian dan kekepoan penggemar.

- alasan berikutnya, saya lebih suka semua pemain diganti, daripada ada yang lanjut dan ada yang gak lanjut. soalnya kalau ada pemain lama terus tiba-tiba ada pemain baru nyemplung biasanya akan canggung gimanaa gitu. ingat kasus family outing season 1 ketika chunhee dan yejin keluar terus diganti, jujur saya kurang kerasa gregetnya. berasa ada yang hilang, terus pemain barunya kerasa lebih susah nyatu dengan pemain lama. jadi lebih baik ganti semua, biar canggungnya dapat semua. tapi tolong jangan bandingkan season 2 acara ini dengan season 2 nya family outing. dua kata untuk season 2 family outing, salah pemain. jadi kru appa eodiga, tolong jangan sampai salah pilih pemain buat pemain appa eodiga berikutnya.

nah sekian update saya tentang appa eodiga. semoga membantu teman-teman yang kepo soal season 2 acara ini hehehe.
Read more ...